Tel: (021) 75791272/73,75 Email: sekr-ptik@bppt.go.id

Mengenal Penulisan Minutiae Sidik Jari Mengacu pada Standar ISO/IEC 19794-2

Pada tahun 2017 ini, Pusat Teknologi Informasi & Komunikasi BPPT dilibatkan dalam penyusunan Rancangan Standar Nasional Indonesia untuk produk teknologi biometrik di Badan Standarisasi Nasional (BSN). Dua staf yang ditugaskan adalah Dr. Anto S. Nugroho dan Dipl.-Ing. Meidy Layooari sebagai konseptor, sesuai dengan Surat Keputusan Deputi Bidang Penelitian dan Kerjasama Standarisasi Badan Standarisasi Nasional No. 29/KEP/BSN/D0-d1/03/2017. Tugas konseptor adalah mempersiapkan dan menyusun konsep (draft) Rancangan Standar Nasional Indonesia (RSNI) untuk pengembangan dan pembahasan di dalam tim. Salah satu draft standar yang tengah dikerjakan saat ni adalah RSNI ISO/IEC 19794-2: Teknologi Informasi – Format Pertukaran Data Biometrik Bagian 2: Data Minutiae Jari. Titik minutiae adalah titik dimana garis sidik jari berhenti atau bercabang, yang dapat diamati dengan pemindaian pada resolusi 500 ppi. Jumlah titik minutiae pada sidik jari seseorang berkisar 50-100 buah tersebar di seluruh permukaan sidik jari. Informasi koordinat dan orientasi (sudut) titik minutiae ini bersifat unik dan stabil, sehingga dapat dipakai untuk memberikan identitas kepada seseorang. Agar data minutiae dapat dibaca oleh berbagai pihak, diperlukan standar yang mengatur penulisan informasi tersebut. Hal inilah yang diatur dalam RSNI ISO/IEC 19794-2 yaitu penulisan data minutiae jari. 

Dalam proses bisnis KTP-el, dimanakah standar ini diimplementasikan? Saat data biometrik penduduk direkam (10 jari, 2 iris dan wajah) di kecamatan, data itu kemudian dikirimkan ke server di Data Center. Di data center, seluruh data biometrik itu akan dipakai untuk melakukan penunggalan. Karakteristik sidik jari, iris dan wajah diekstrak lewat metode proprietary yang dimiliki industri, kemudian dilakukan pencocokan secara cepat dan akurat. Informasi apa sajakah yang diekstrak? Ini merupakan rahasia industri tersebut. Begitu data penduduk sudah dinyatakan tunggal, maksudnya tidak ada satupun data di gallery yang match, maka kepada penduduk tersebut akan diterbitkan KTP-el dengan chip yang berisi data sidik jari. Yang direkam juga bukan foto sidik jarinya, juga bukan proprietary template yang dipakai untuk proses penunggalan. Melainkan data minutiae dalam format ISO 19794-2. Format penulisan ini yang sebenarnya diatur dalam standar. Header berisi apa saja, byte ke berapa berisi data apa dsb. Agar dengan demikian, kelak bagi pengembang device pembaca sidik jari pada chip mampu untuk mengakses data sidik jari itu. Tujuannya menjaga interoperabilitas. Sehingga walaupun algoritma pemadanan sidik jari yg dipakainya berbeda dengan yang dipakai oleh vendor KTP-el (yg memproduksi data dalam chip),  data sidik jari dalam chip tersebut masih tetap bisa dibaca.

 

Gambar 1.   Ilustrasi penulisan salah satu titik minutiae mengacu pada ISO/IEC 19794-2

Gambar 1 menunjukkan bagian dari contoh sidik jari, dengan titik-titik hijau, merah dan biru. Warna ini menunjukkan tipe minutiae. Hijau adalah "other", merah adalah "ridge ending", biru adalah "ridge bifurcation". Ketiganya adalah 3 jenis minutiae yang didefinisikan pada standar ISO/IEC 19794-2. Yang dicatat terdiri dari lima angka. Masing-masing adalah tipe minutiae (hijau: other, merah: ridge ending, biru: ridge bifurcation), koordinat x, y dan orientasi (sudut) yang dibentuk garis ridge tersebut, serta kualitas minutiae (0-100, semakin tinggi nilainya, semakin tinggi tingkat kualitasnya, atau tingkat confidence-nya). Dalam ISO template, tiap minutiae direpresentasikan dengan 5 angka tersebut, sebagaimana ditampilkan pada gambar di atas. Dengan demikian, representasi sidik jari dapat dituliskan dalam hitungan byte yang kecil. Ukurannya mungkin bervariasi tergantung jumlah minutiae, tetapi pada kisaran 300 bytes. Sedangkan citra sidik jari 300x400 pixel (raw image) berukuran kira-kira 120 kB. Representasi minutiae kira-kira 400 kali lebih kecil dibandingkan raw image. Namun demikian sudah cukup untuk memfasilitasi proses pemadanan sidik jari.  Biasanya citra sidik jari disimpan memakai format kompresi : wsq (wavelet scalar quantization). Format yang khusus dikembangkan oleh FBI dan NIST. Sidik jari tidak dapat disimpan memakai format JPEG, karena blocking artifact yang timbul seandaianya JPEG dipakai akan menyebabkan distorsi informasi. Selain WSQ, JPEG 2000 dipakai juga sebagai format penyimpanan.

Apa yang terjadi jika standar ISO/IEC 19794-2 itu tidak diterapkan? Jika demikian yang terjadi, bisa saja data yang disimpan di chip KTP-el akan mengikuti format proprietary-nya. Sehingga hanya vendor tersebut seterusnya yang akan bisa mengakses data dalam chip KTP-el. Terjadilah vendor lock-in, dan sepanjang masa akan tergantung pada vendor tersebut. Sehingga kalau misalnya itu terjadi dan akan membatalkannya, berarti perekaman data pada chip ratusan juta harus diulang lagi. Di sinilah pentingnya ISO/IEC 19794-2 diterapkan dalam perekaman data minutiae pada chip KTP-el.

Tentu saja tidak hanya itu standar biometrik yang dipakai dalam berbagai produk biometrik. Masih ada standar lain seperti ISO/IEC 19794-4 yang mengatur format penyimpanan citra sidik jari, maupun standar lain terkait penyimpanan data iris, wajah dsb. Kata kuncinya satu: interoperabilitas.

 

Hubungi Kami

Gedung Teknologi 3, Lt. 3
Kawasan PUSPIPTEK Serpong, Tangerang 15314

Tel: (021) 75791272/73,75 Ext. 3120/3101

Fax: (021) 75791284

Web: ptik.bppt.go.id