Tel: (021) 75791272/73,75 Email: sekr-ptik@bppt.go.id

PILKADES Desa Babakan, Kecamatan Ciseeng Sebagai Miniatur Pilkada Elektronik

Pemilih ke TPS membawa KTP elektronik

 

Pemilih diverifikasi menggunakan alat baca KTP-el

 

 

Bilik e-Voting

 

Hasil Rekapitulasi

 

 

Perolehan per Bilik

Pemilihan Kepala Desa Babakan, Kecamatan Ciseeng di Kabupaten Bogor dilaksanakan pada hari Minggu 12 Maret 2017 menggunakan metode e-Voting dan e-Verifikasi Pemilih. Selain itu e-Pilkades ini dibuat sebagai miniatur Pilkada dimana hasil dari setiap bilik dikirim langsung ke data center, direkapitulasi dan hasilnya ditayangkan secara langsung.

 

Pemilihan menggunakan peralatan elektronik (e-Voting) pada saat ini merupakan pilihan yang inovatif dan sangat penting dalam melaksanakan salah satu pilar demokrasi yang berkualitas, dalam rangka mewujudkan kedaulatan rakyat untuk memilih pemimpin. Pemilihan langsung oleh masyarakat yang merupakan amanat Undang-undang yaitu Pilpres, Pileg dan Pilkada serta Pemilihan Kepala Desa, yang telah terbukti menyedot anggaran yang sangat besar. Oleh karena itu penggunaan teknologi dalam kepemiluan sudah merupakan keniscayaan yang diharapkan mampu mengatasi permasalahan dalam penyelenggaraan pemilihan umum.

 

Landasan hukum Undang Undang 11 2008 sebagaimana telah diubah mejadi UU 19 tahun 2016 tentang Informasi dan transaksi elektronik telah menjadi payung hukum untuk segala aktifitas dan proses yang menggunakan teknologi informasi dan komunikasi, dengan latar belakang bahwa "Pemanfaatan Teknologi Informasi dan Transaksi Elektronik dilaksanakan dengan tujuan untuk memberikan rasa aman, keadilan, dan kepastian hukum bagi pengguna dan penyelenggara Teknologi Informasi.” Bahkan untuk proses

 

sengketa  hukum  pada  pemilu  dengan  e-Voting  sesuai  pasal  5  UU  11  2008  bahwa

 

"Informasi Elektronik dan/atau Dokumen Elektronik dan/atau hasil cetaknya merupakan alat bukti hukum yang sah dan merupakan perluasan dari alat bukti yang sah sesuai dengan hukum acara yang berlaku di Indonesia".

Teknologi e-voting dijadikan pilihan yang optimal dalam pemilihan kepala desa karena beberapa hal berikut :

o  Tidak perlu mencetak surat suara kertas, sehingga sangat mendukung program green technology.

Gambar e-Verifikasi Pemilih dan e-Voting

o   Pemberian suara mudah dilakukan dengan cara menyentuh tanda gambar di panel sentuh yang menggambarkan surat suara. Dengan demikian sangat memungkinkan

 

memfasilitasi  penyandang  disabilitas  menggunakan  perangkat  elektronik  tambahan

 

pada perangkat yang sama. Misalnya menambahkan tombol Braile dan penambahan

 

sistem text to speech.

 

o   Proses penghitungan suara akan menjadi lebih cepat dan akurat. Pada saat pemungutan selesai, dilakukan proses penutupan dan hasil langsung diperoleh secara akurat.

 

Pengiriman hasil langsung ke pusat data menggunakan infrastruktur komunikasi yang

 

ada pada proses pemilu nasional.

 

o     Tabulasi suara dapat dilakukan secara otomatis melalui aplikasi tabulasi yang menampilkan hasil dari tiap mesin di tiap TPS.

 

o     Penayangan hasil berbasis web yang menjamin transparansi dan akuntabilitas serta kecepatan publik dalam mengakses hasil pemilu. Penayangannya tetap dapat tampil secara berjenjang sesuai peraturan hukum yang ada saat ini.

 

o     Menghasilkan Jejak audit baik secara digital atau elektronik, serta sistem arsip pilihan suara dalam bentuk kertas audit atau struk suara pilihan pemilih. Struk suara pilihan pemilih ini akurat karena diverifikasi langsung oleh pemilih sebelum dimasukkan dalam kotak audit. Hasil elektronik dicetak sebagai lampiran berita acara sebagai dokumen hasil cetak yang merupakan bukti hukum.

 

o   Dapat di audit secara langsung, dengan cara membandingkan hasil elektronik dengan jumlah kertas struk audit.

o     Efisiensi waktu penyelenggaraan serta akurasi hasil membawa manfaat dan dampak yang dapat diperhitungkan dalam efisiensi biaya.

 

Selain itu, diperlukan proses verifikasi pemilih yang datang ke TPS, karena sudah terbukti bahwa jika pemilih hanya membawa undangan saja maka masih terjadi adanya pemilih ganda, pemilih tidak sesuai domisili dan bahkan pemilih fiktif. Oleh karena itu pemilih harus di verifikasi.


Teknologi Verifikasi pemilih menggunakan KTP elektronik di TPS merupakan sebuah proses usulan BPPT dalam pemilu nasional yang dipraktekkan di Pilkades sejak akhir 2015 dimana pemilih datang ke TPS membawa KTP elektronik yang mempunyai ciri ketunggalan dan menjadi bukti identifikasi diri yang akurat bagi setiap pemegangnya. Oleh karena itu pemilihan kepala desa dengan e-Voting harus disertai dengan verifikasi pemilih yang akurat menggunakan alat baca KTP elektronik dan aplikasi DPT. Upaya Kabupaten Bogor melaksanakan pemilihan kepala desa dengan e-Voting dan e-Verifikasi pemilih menggunakan KTP elektronik di Desa Babakan sebagai uji coba pada pilkades selanjutnya di Kabupaten Bogor dengan jumlah desa terbesar di Kabupaten di seluruh Indonesia. Sebuah pengalaman berharga di Kabupaten Bogor ini selanjutnya akan menjadi tempat studi banding bagi daerah lain. Semoga segala upaya perbaikan di Kabupaten Bogor menuai hasil yan baik dan bermanfaat bagi bangsa dan negara kita.

 

Kendala dan risiko lapangan dalam pemilu menggunakan perangkat elektronik seperti keterbatasan infrastruktur listrik dan selular telah dapat diatasi, bahkan kendala pendidikan SDM pemilih yang seringkali menjadi kambing hitam implementasi e-Voting telah disurvey. Pusat Teknologi Informasi dan Komunikasi, BPPT telah melakukan pengkajian dalam penerapan teknologi pemilu elektronik secara nasional, sekaligus melaksanakan berbagai kegiatan sosialisasi dan simulasi e-voting sejak tahun 2010 seperti di Jakarta, Pandeglang, Banda Aceh, Tegal, Gorontalo, Pasuruan, Makassar, Bengkulu, Boyolali dan Bantaeng, Simulasi di 42 TPS e-Voting dalam Pilkada Bantaeng 2013, serta 526 kali pemilihan kepala desa di 9 kabupaten, dimana pada setiap kesempatan tersebut disertai dengan pelaksanaan jajak pendapat bagi setiap masyarakat pemilih dari berbagai usia, pendidikan serta pekerjaan dan kondisi sosial, dan secara umum dapat dikatakan bahwa walaupun 93 persen belum pernah mendengar dan mencoba perangkat e-Voting dengan mayoritas pemilih adalah petani, pendidikan SD-SMP, namun 97 persen menyatakan e-Voting mudah.

Disadari bahwa Pemilu elektronik tidak hanya melibatkan komponen teknis dan operasional saja, namun komponen legalitas juga sangat penting mengingat pemilu adalah amanat undang-undang, dan bahkan Pemilihan Kepala desa adalah amanat UU Desa Nomer 6 tahun 2014 dan PP 43 2014, maka merupakan apresiasi bagi Bogor yang sudah mengupayakan legalitas pemilihan kepala desa menggunakan metode e-Voting melalui Peraturan Bupati tentang Pemilihan Kepala Desa.

Di tataran Nasional pun e-Voting sudah diakomodir dalam UU 1 2015 yang diperbaiki menjadi UU 8 2015 lalu menjadi UU 10 2016 tentang Pemilihan Gubernur/Bupati/Walikota pasal 85 yang mengatakan bahwa pemberian suara melalui peralatan Pemilihan suara secara elektronik dapat digunakan dengan prinsip memudahkan pemilih, akurasi dalam penghitungan suara, dan efisiensi dalam penyelenggaraan. Ketentuan lebih lanjut tentang tata cara memberikan tanda dan memberi suara melalui peralatan pemilihan suara elektronik diatur lebih lanjut dengan Peraturan KPU.

 

Untuk mewujudkan penyelenggaran pemilihan kepala desa yang mudah, efisien dan akurat diperlukan penguatan ekosistem kelembagaan yang ada di Kabupaten Bogor untuk saling mendukung daerah Bogor selain dukungan teknis dan operasional. Sangat dibanggakan bahwa Kabupaten Bogor telah melibatkan beberapa dinas terkait dalam rangka Pilkades dengan e-Voting ini. BPPT sangat mengapresiasi upaya penyelenggaraan pemilihan kepala desa di Bogor yang Inovatif, aman dan bertanggungjawab demi peningkatan proses demokrasi melalui pemilihan kepala desa yang berkualitas, transparan dan akuntabel serta cepat dan akurat. (BPPT)

 

 

 

 

Note:

  1. BPPT: Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi
  2. Kepala BPPT: Dr. Unggul Priyanto

 

 

 

 

 

 

Hubungi Kami

Gedung Teknologi 3, Lt. 3
Kawasan PUSPIPTEK Serpong, Tangerang 15314

Tel: (021) 75791272/73,75 Ext. 3120/3101

Fax: (021) 75791284

Web: ptik.bppt.go.id