Tel: (021) 75791272/73,75 Email: sekr-ptik@bppt.go.id

Seputar Pemalsuan KTP-el

Sejak beberapa hari yang lalu, di berbagai social media muncul isu tentang KTP-el palsu. Misalnya beredar foto tiga KTP-el dengan 3 NIK yang berbeda tetapi menampilkan foto penduduk yang sama. Seolah-olah KTP-el mudah dipalsukan. Isu ini memanas seiring dengan hangatnya diskusi Pilkada DKI 2017.  Akhirnya Kementrian Dalam Negeri mengklarifikasi bahwa foto itu tidak benar. Data penduduk pada 3 KTP-el itu memang valid, tetapi foto pemiliknya adalah 3 orang yang berbeda, dan tidak ada satupun yang sama dengan foto palsu yang beredar tersebut.  Dalam pemberitaan yang lain, sering disebutkan bahwa "KTP-el berhasil dipalsukan". Benarkah KTP-el sedemikian mudah dipalsukan ? Secara teknis, memalsukan KTP-el itu tidak mudah. KTP-el itu terdiri atas blangko (kartunya) dan chip (yg tidak terlihat oleh mata, karena ditanam di dalam kartu, di dekat foto penduduk). Kalau KTP-el dikatakan “berhasil dipalsukan” berarti yang dipalsukan bukan hanya blangko nya saja, tapi harus sampai level data di chip”.  Kalau hanya berhasil memalsukan blangko-nya (misalnya ke percetakan agar secara ilegal dibuatkan kartu dari PVC/bahan kartu yg sepintas mirip KTP-el), hal itu belum bisa diartikan berhasil memalsukan KTP-el. Karena pemanfaatan KTP-el sebagai alat otentikasi tidak cukup kalau hanya dengan mata telanjang, tapi harus dengan Perangkat Pembaca KTP elektronik yang spesifikasinya mengacu pada Peraturan Mentri Dalam Negeri No.34 Tahun 2014 (Peraturan Menteri Dalam Negeri No.34 Tahun2014)

Memastikan keaslian KTP-el tidak cukup dengan mata telanjang, tapi harus lewat komunikasi elektronik antara chip KTP-el dengan perangkat pembaca KTP-el (KTP-el reader).

Pada gambar di bawah, ditampilkan dua slide untuk menjelaskan ilustrasi pemalsuan KTP-el. Pada gambar 1, diilustrasikan seorang penduduk bernama "anto" yang memiliki hak mendapatkan layanan publik, misalnya subsidi. Untuk mendapatkan subsidi, anto harus membawa KTP-el, dan akan diverifikasi oleh petugas dengan memanfaatkan Perangkat Pembaca KTP-el. Penduduk lain bernama "dodi" berusaha secara ilegal mengaku sebagai "anto", dan membawa KTP-el palsu atas nama "anto". Untuk bisa lolos dan mendapatkan layanan subsidi secara ilegal, pemalsuan KTP-el harus memakai teknik no.(2), karena bisa mengelabui visual maupun KTP-el reader. Tetapi hal ini sangat sulit, kalau tidak boleh dibilang tidak mungkin, karena untuk memalsukan KTP-el dengan teknik (2), pelaku tersebut harus bisa meng-hack, meng-akses dan mengubah data di dalam chip, padahal chip sudah diamankan dengan serangkaian teknologi canggih.

 

 

Berita Terkait:

  1. https://kompas.id/baca/metro/2017/02/07/ktp-el-sulit-dipalsukan/
  2. http://www.republika.co.id/berita/nasional/umum/17/02/07/okytej313-bppt-pemalsuan-ktpel-mustahil#
  3. http://teknologi.news.viva.co.id/news/read/879719-kata-bppt-soal-pemalsuan-e-ktp
  4. http://www.msn.com/id-id/berita/nasional/bppt-pemalsuan-ktp-el-mustahil/ar-AAmFI8a

Hubungi Kami

Gedung Teknologi 3, Lt. 3
Kawasan PUSPIPTEK Serpong, Tangerang 15314

Tel: (021) 75791272/73,75 Ext. 3120/3101

Fax: (021) 75791284

Web: ptik.bppt.go.id