Tel: (021) 75791272/73,75 Email: sekr-ptik@bppt.go.id

Kolaborasi OPD Pada Pilkades eVoting di Indragiri Hulu Riau Yang Sukses. Mengawali Pembangunan Indragiri Hulu Cerdas.

 

Kolaborasi OPD Pada Pilkades eVoting di Indragiri Hulu Riau  Yang Sukses.

Mengawali Pembangunan Indragiri Hulu Cerdas.

 

Andrari Grahitandaru, 11 Desember 2019

 

Pilkades di 61 desa telah selesai dengan damai pada 4 Desember 2019 di Kabupaten Indragiri Hulu dengan karakteristik penduduk yang dapat dikatakan sebagai multi etnis dengan ciri khas wilayah Sawit.  Tiga desa menggunakan  eVoting berbasisi KTP elektronik sebagai upaya percontohan dan upaya melakukan inovasi sesuai kemampuan daerah, yang sudah dimulai sejak pilkades 2017 di satu desa Buluh Rampai dengan DPT lebih dari empat ribu. Tiga desa tersebut adalah Desa Batu Gajah, desa Sidomulyo dan desa Sungai Baung. Tentu upaya inovasi ini tidak terwujud jika tidak terjadi kolaborasi antar OPD yang terkait yaitu Bidang Pemdes, Kominfo dan Dukcapil serta Kesbangpol dan OPD lainnya. Leadership yang kuat dari Bupati Indragiri Hulu yang juga tak kalah pentingnya sebagai penggerak kolaborasi ini melalui bidang Pemdes.

 

Di era Industri 4.0 ini, pembangunan pemerintahan harus berubah, masyarakat sudah semakin cerdas, dan pemerintah daerah wajib menjadikan masyarakat Indragiri Hulu 5.0 yaitu masyarakat yang cerdas, unggul dan berkarakter. Ini semua akibat perkembangan teknologi yang mampu menyamankan dan memudahkan masyarakat. Melalui pilkades eVoting di tiga desa tanggal 4 Desember 2019 yang lalu, BPPT mendorong agar inovasi terus dilakukan pada plkades selanjutnya, bahkan mengusulkan untuk dilaksanakan di seluruh desa. Bahwa dengan kemampuan perangkat yang terbatas, dapat diusulkan bertahap pada proses pemungutan suaranya saja. Sebagai contoh katakan pilkades yang lalu adalah 61 desa, kemampuan perangkat 12 set, maka proses pemungutan suara dapat bertahap per enam  desa sehingga menjadi 10 tahap, dimana masing-masing tahap diselenggarakan selang 2 atau 3 hari atau sesuai kemampuan. Atau kalau ingin hanya 5 tahap, maka sisa kekurangan perangkat bisa sewa atau pinjam dari berbagai OPD untuk perangkat Lap Top yang digunakan untuk menjalankan aplikasi verifikasi pemilih dan Generator Smart Card. Yang khusus hanya di aplikasi sistem eVoting dan Alat baca KTP elektronik saja. Sekali lagi, KOLABORASI menjadi kunci sukses pembangunan kabupaten Indragiri Hulu kedepan.

 

Manfaat pilkades eVoting berbasis KTP elektronik sangat banyak dibanding pilkades dengan cara manual yang mengamanatkan serentak hari yang sama. Undangan/surat pemberitahuan yang selama ini diperjual belikan pada pilkades manual demi untuk pemenangan salah satu pihak, atau sebagai sarana perjudian, menjadi tidak bisa karena pemilih diverifikasi menggunakan KTP elektronik atau Suket, jejak digital pada aplikasi verifikasi pemilih terekam, bagi pemilih dengan NIK siluman dan NIK beda domisili, bahkan pemilih ganda sudah tereliminasi sejak awal. Undangan menjadi tidak mutlak, yang penting bawa identitas. Pada dasarnya, tidak bisa lagi memobilisasi pemilih karena dilakukan verifikasi sidik jari di setiap desa. Dengan demikian, upaya pilkades serentak hari yang sama sudah terpenuhi walau dilakukan selang dua atau tiga hari pada proses pemungutan suaranya, perangkat yang terbatas jumlahnya dapat digunakan berkali-kali, bukankah ini efektif dan efisien sesuai dasar penyelenggaraan pilkades. Bahwa upaya inovasi daerah dan mendukung kearifan lokal pada pilkades dapat dimanfaatkan. Pilkades eVoting sangat aman, jujur dan akurat sehingga menghasilkan kepala desa sesuai pilihan masyarakat. Tidak ada surat suara rusak, tidak ada pemilih ganda, tidak ada pemilih siluman, dan menghasilkan bukti hukum yang sah sesuai UU 19 2016 tentang ITE (Informasi dan Transaksi Elektronik). Panitia desa yang bertugas pada pilkades eVoting sebagai petugas verifikasi pemilih, pertugas generaor smart card, dan petugas penjaga bilik, dengan tugas yang berbeda pada pilkades manual, semuanya bisa, sebagian masyarakat desa sudah paham literasi digital, luar biasa.

Petugas verifikasi pemilih Desa Sidomulyo dan Desa Sungai Baung

 

Petugas Generator

 

Manfaat bagi OPD dapat langsung dirasakan dalam rangka mendukung pencapaian kinerja OPD yang bersangkutan, contoh Dinas Dukcapil. Bahwa dukcapil dapat memanfaatkan momen pilkades sebagai sarana untuk mengakurasikan data pemilih, mengapa momen pilkades ? Pilkades merupakan proses perebutan kekuasaan Kepala Desa, dimana para calon tentu menggerakkan masyarakat pemilih dan pendukungnya, maka hak pilih masyarakat dipertaruhkan, oleh karena itu masyarakat pemilih tentu wajib memenuhi hak sebagai pemilih. Nah, dukcapil hadir di desa tersebut, berkantor di desa tersebut beberapa hari sebelum pilkades, melakukan perekaman bagi yang sudah berusia 17 tahun, atau bagi penduduk yang belum pernah direkam, melakukan perubahan komponen data penduduk, menghapus data penduduk yang meninggal berdasar laporan keluarga. Inilah yang diamanatkan kepada dukcapil untuk memberikan pelayanan aktif ke desa-desa, dalam rangka mengakurasikan data kependudukan sesuai amanat UU Pemda bagi pemerintah Kabupaten/Kota. Kemendagripun sudah menyatakan melalui surat terbukanya bahwa layanan dukcapil pada pilkades eVoting layak direplikasi di seluruh Indonesia, yang di dukung juga oleh Kemenpan RB melalui acara Rembuk Nasional Indonesia Melayani di Banjarbaru pada 20 September 2019. Dari sekian ribu inovasi pelayanan publik telah terpilih sepuluh besar, salah satunya adalah Penyelenggaraan Pilkades eVoting dengan KTP elektronik, yang dipresentasikan oleh Bupati Batanghari. Disana, pemilihan BPD pun dilaksanakan dengan eVoting, dan menjadi yang pertama di Indonesia.

Pemilih ke Pilkades wajib bawa KTP elektronik

 

Bagi Dinas Kominfo, diamanatkan untuk mewujudkan kabupaten cerdas, desa cerdas melalui perubahan sistem manajemen berbasis elektronik dan layanan publik yang cepat, mudah dan akurat. Sesuai amanat Perpres 95 2018 tentang Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik dan Perpres 39 2019 tentang Satu Data Indonesia, maka dinas kominfo menjadi leading sektor untuk mewujudkan Indragiri Hulu Cerdas. Upaya tersebut dapat dimulai dari mewujudkan desa cerdas, memberdayakan dan mengembangkan seluruh potensi desa sesuai karakternya maing-masing untuk mendukung Inhu cerdas melalui desa dengan layanan cerdas kepada masyarakat, desa dengan ekonomi cerdas, desa dengan lingkungan cerdas, serta masyarakat yang cerdas dan sehat. Selain itu pentingnya branding dari setiap desa yang pada akhirnya dijadikan branding Indragiru Hulu, yang apakah itu bisnis/ekonominya, pariwisatanya, atau wajah kabupaten Inhu.

 

Bagi Bagian Pemerintah Desa, tentu pemberdayaan dan pembangunan desa menggunakan dana desa harus dimonitor prioritasnya, kades yang baru saja terpilih dapat dimotivasi untuk membangun desa manjadi desa cerdas yang bukan lagi pilihan, tetapi wajib dituju. Peran dan kesuksesan kepala desa menjadi dukungan bagi kabupaten Indragiri Hulu yang cerdas kedepan. Cara-cara cerdas menjadikan SDM unggul dan berkarakter di desa harus menjadi prioritas pembangunan desa.

 

Seluruh perangkat yang digunakan pada pilkades eVoting dapat digunakan selanjutnya untuk layanan administrasi yang cerdas dan akurat kepada masyarakat, yang memudahkan dan menyamankan. Selamat berinovasi kepada Kabupaten Indragiri Hulu, yang karena keterbatasan infrastruktur fisik tentu sangat dimungkinkan maju dengan pemenuhan akan infrastruktur digital dan sosial di setiap desa.

 

Penulis : Andrari Grahitandaru, BPPT.

 

Hubungi Kami

Gedung Teknologi 3, Lt. 3
Kawasan PUSPIPTEK Serpong, Tangerang 15314

Tel: (021) 75791272/73,75 Ext. 3120/3101

Fax: (021) 75791284

Web: ptik.bppt.go.id