Membangun Smart City Toraja Utara dimulai dari Pilkalem eVoting, 11 November 2019

Membangun Smart City Toraja Utara dimulai dari Pilkalem eVoting, 11 November 2019

 

Andrari Grahitandaru, 12 November 2019

 

Toraja Utara sudah menjadi salah satu ikon pariwisata nasional Indonesia dengan kondisi alamnya yang sangat spesifik sehingga budaya menyesuaikan dengan alam. Alam yang penuh bebatuan unik, besar dan kecil memenuhi wilayah Toraja Utara, penuh lembah dan bukit-bukit yag diantaranya tumbuh kopi yang juga spesifik Toraja yang sudah mendunia. Sungguh kekayaan alam Toraja Utara harus dibangun sesuai karakter budaya yang sudah tertanam turun temurun.

 

Membangun Smart City bagi setiap Pemerintah daerah sudah bukan pilihan lagi, tapi wajib. Terlebih di era industri 4.0 dimana masyarakat juga wajib dicerdaskan agar merasakan nyaman, aman, mudah, sehat dan makmur melalui pemanfaatan Inovasi dan Teknologi Informasi Komunikasi pada setiap program yang dijalankan sesuai RPJMD.

Kondisi Alam Toraja Utara yang berbukit dan berbatu,

 

dan infrastruktur sosial di desa Sarambu

 

Semenjak adanya UU Desa nomer 6 tahun 2014 diamanatkan bahwa desa sebagai pe merintahan otonomi terkecil di setiap Pemerintah Kabupaten wajib melaksanakan pembangunan terutama infrastruktur. Namun, di era masyarakat 5.0 dimana masyarakat wajib cerdas melalui pengembangan infrastruktur desa yang bukan hanya infrastruktur fisik seperti jalan dan jembatan, namun infrastruktur digital serta infrastruktur sosial. Infrastruktur sosial merupakan prasarana atau wadah bagi masyarakat desa untuk dapat meningkatkan literasi digital yang dilengkapi dengan akses telekomunikasi dan informasi serta transaksi elektronik melalui sarana perangkat yang tepat seperti komputer atau gawai.

 

Untuk mewujudkan lembang-lembang dengan ekonomi cerdas juga sudah memungkinkan di Toraja Utara, dengan sistem transaksi perbankan di tiap sudut lembang di gunung gunung yang sudah tersedia, Agen BRIlink ada ditiap lembang, berupa akses perbankan tunai dan nontunai melalui mesin EDC (electronic Data Capture), seperti layaknya perbankan, bahkan untuk menerima pembayaran non tunai lainnya. Sungguh Toraja Utara sudah pantas untuk diwujudkan ekonomi cerdasnya. Namun yang perlu saat ini tentu masyarakatnya, bagaimana mendorong masyarakatnya agar meningkat literasi digitalnya. Melalui satu wadah infrastruktur sosial yang sudah ada, misalnya di desa Sarambu, sudah terdapat Pusat kegiatan belajar masyarakat seperti gambar berikut.

86 Lembang sedang melaksanakan Pilkalem eVoting,

 

Pemilih diverifikasi menggunakan KTP elektronik.

 

Kepala lembang terpilih melalui pemilihan kepala lembang yang aman, jujur dan akurat diharapkan dapat memanfaatkan peluang pembangunan desa cerdas melalui dukungan berbagai teknologi dan inovasi yang sesuai dengan karekteristik desa masing-masing. Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi siap mendukung dalam rangka mewujudkan lembang cerdas di Toraja Utara sesuai amanat RPJMN 2020 - 2024.

 

Selamat menyelenggarakan pemilihan Kepala Lembang menggunakan eVoting yang jujur dan akurat dalam rangka terpilihnya kepala lembang sesuai pilihan masyaraat cerdas. Setelah perangkat digunakan untuk pilkades, seluruh sarana digital tersebut dapat digunakan untuk pelayanan administrasi desa dan layanan publik lainnya yang akurat berbasis KTP elektronik. Inilah salah satu upaya mewujudkan pelayanan desa yang memudahkan dan menyamankan masyarakat sesuai amanat Perpres 95 2018 tentang Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik.

 

Strategi mewujudkan Toraja Utara Smart city dapat dimulai dari lembang-lembang cerdas, dapat ditempuh melalui contoh penerapan di beberap lembang dulu, katakan lembang Sarambu, selanjutnya direplikasi di Lembang-lembang lainnya, dimana sudah 86 lembang melaksanakan pilkalem eVoting sampai 20 Desember 2019. Sudah pasti potensi lembang-lembang di Torut, yaitu pariwisata budaya, dan ekonomi cerdas melalui komoditi kopi. Selamat Toraja Utara mewujudkan Toraja Utara cerdas. (Andrari Grahitandaru, BPPT)